Sekilas Tentang Kota Jeddah di Saudi Arabia

Jeddah

Jeddah adalah kota pelabuhan utama di Saudi Arabia baik pelabuhan laut dan atau pelabuhan udara. Terletak di tepi Laut Merah. Seperti kota-kota lainnya di Saudi Arabia, Jeddah beriklim Gurun. Jeddah sebelumnya hanyalah sebagai desa nelayan saat 2500 tahun yang silam. Didirikan pada tahun 647 M oleh Khalifah Utsman bin Affan yang pada akhirnya digunakan sebagai pelabuhan untuk kepentingan jamaah haji terutama pada masa-masa perjalanan jamaah haji dilakukan melaui laut, bukan melalui udara seperti saat ini. Sebagai kota dagang, Jeddah memiliki fasilitas kota yang cukup memadai. Pelabuhan lautnya merupakan pelabuhan utama yang merupakan pusat perniagaan menuju berbagai negara khususnya negara-negara di pesisir timur Afrika, serta Yaman. Pelabuhannya merupakan pelabuhan bebas. Di Jeddah terdapat bandar udara yang cukup terkenal yakni King Abdul Aziz yang memiliki tingkat kesibukan tinggi terutama pada musim haji. Selain digunakan untuk melayani penerbangan haji, bandara Jeddah juga digunakan untuk kepentingan komersial biasa selain Dammam dan Riyadh. Belum jelas asal usul Kota Jeddah, namun dari sumber sumber yang umumnya dibawa oleh jamaah haji, kata Jeddah berasal dari kata dalam bahasa Arab Jaddah yang berarti nenek sebab di sana ada makam yang diyakini sebagai makam Hawa istri Nabi Adam yang merupakan nenek moyang manusia. Sumber lain mengatakan bahwa Jeddah berasal dari kata Jiddah dalam bahasa Arab yang mempunyai lepas pantai.

Laut Merah

Laut Merah adalah sebuah teluk di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dengan Afrika. Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden sedangkan di utara terdapat Semenanjung Sinai dan Terusan Suez. Laut ini di tempat yang terlebar berjarak 300 km dan panjangnya 1. 900 km dengan titik terdalam 2. 500 m. Laut Merah juga menjadi habitat bagi berbagai makhluk air dan koral. Walaupun sering dikaitkan dengan berbagai cerita di masa lampau, namun sampai abad ke-20, orang Eropa menyebutnya Teluk Arab, sedangkan Herodotus dan Ptolemeus menyebutnya Arabicus Sinus. Air Laut Merah sendiri sebenarnya tidak beda dengan air laut yang lain. Penjelasan-penjelasan ilmiah menyebutkan bahwa warna merah di permukaan muncul akibat Trichodesmium erythraeum yang berkembang. Ada juga yang menjelaskan bahwa namanya berasal dari gunung yang kaya mineral di sekitarnya dan berwarna merah. Laut ini muncul karena pemisahan Jazirah Arab dari benua Afrika yang diawali sekitar 30 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Suhu permukaan laut selalu konstan sekitar 21-25°C dengan jarak penglihatan 200 m. Namun, sering terjadi angin kencang dan arus lokal yang membingungkan. Kota-kota yang terdapat di pesisir Laut Merah ini antara lain: Jeddah, Sharm el Sheikh, Pelabuhan Sudan, dan Eilat. Pada 1950-an, Hans Haas menemukan Laut Merah sebagai tempat menyelam dan kemudian oleh Jaques-Yves Costeau. Sedangkan negara yang berbatasan dengan Laut Merah adalah Pesisir utara: Mesir, Israel, dan Yordania. Pesisir barat: Sudan dan Mesir. Pesisir timur: Arab Saudi dan Yaman. Serta Pesisir selatan: Djibouti, Eritrea, dan Somalia.

Sumber jeddah di ambil dari www.id.wikipedia.org

Dapatkan paket biaya umroh HEMAT bersama PT. Cheria Travel – Travel Haji Umrah Indonesia. Info lengkap hubungi kami di
Jakarta: (021)73888872 – (021)7900201 – (021)7372864, 081298570855, 081584350733, 082817094113
Bandung: (022)61771945 – 081312343194 – 085871211131.

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.